PEMANTAUAN AKTIVITAS PENAMBANGAN, ANTISIPASI MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN

Rabu, 11/11/2020 Pukul     : 09.00 WIB - 13.00 WIB, dengan Dasar Disposisi Bupati  Kulon Progo No.660/1570 Tgl. 5/11 2020,  Tim Sat.pol PP Kulon Progo  melaksanakan pemantauan usaha penambangan yang disinyalir rawan bencana tanah longsor. Pemantauan  kali ini sebagai upaya antisipasi menghadapi musim penghujan di lokasi kegiatan penambangan  khususnya tambang tanah urug dan batu andesit, agar tidak terjadi dampak dan kerawanan sosial di lokasi sekitar penambangan.

Giat yang dipimpin Kabid Penegakan Perda Sri Widodo SIP, MM.  beserta Kasi Binwas dan anggota menuju ke 2 titik lokasi penambangan di wilayah Kapanewon Kokap yaitu Kalurahan Hargorejo dan Kalirejo. Di Wilayah Kalirejo Petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kalurahan kemudian bersama-sama menuju ke 2 lokasi titik penambangan yang sudah tidak ada  aktivitas , diduga disalah satu titik tersebut sempat viral karena pada saat hujan beberapa waktu lalu terjadi longsoran tanah dampak dari sisa atau material penambangan .

Selanjutnya petugas menemui  pemegang Ijin Usaha Penambangan untuk selanjutnya diminta datang ke Sat.Pol PP guna dilakukan klarifikasi.

Di Kalurahan Hargorejo tepatnya di lokasi penambangan Gunungrego petugas di terima petugas checker CV Haninda Karya setelah berdialog dan cek lokasi petugas dari Sat.Pol PP segera berkomunikasi dengan pemegang Ijin Usaha Penambangan untuk kemudian dilakukan klarifikasi ke Kantor Sat Pol PP , secara umum penanganan kegiatan penambangan CV Handika Karya sudah berjalan lumayan bagus namun demikian masih ada beberapa hal yang masih  harus di benahi terutama masalah drainase .

Dalam pertemuan dengan kedua pemegang ijin usaha pertambangan, Sri Widodo menyampaikan bahwa proses penambangan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, sesuai dengan UKL UPL yang telah disepakati agar tidak menimbulkan dampak bencana tanah longsor yang tidak diinginkan. Jika terjadi tanah longsor dan  menimbun jalan sebagai akses transportasi, bisa menyebabkan kerawanan sosial terutama dengan warga sekitar area penambangan.