PKL MOBILE MARAK DI MASA PANDEMI COVID 19

Panjatan, 26/10/2020 Masa Pandemi Covid 19 berdampak pada sektor perekonomian di negeri kita. Di sektor informal dampak tersebut sangat terasa dan terlihat dari daya beli masyarakat semakin menurun akibat penghasilan yang berkurang, usahanya macet, bahkan beberapa pengusaha mikro lokal ada yang beralih jenis usaha untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan.  Peluang yang semakin sempit mengakibatkan beberapa pengusaha melakukan terobosan dengan jemput bola promosi dan memasang iklan di tempat-tempat yang bukan peruntukannya.

Dari perkembangan dan pantauan terakhir di wilayah Kulon Progo mulai marak Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) menawarkan dagangannya di Rumija, yang meliputi trotoar dan bahu jalan sehingga sangat mengganggu lalu lintas jalan dan melanggar Perda   No. 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.  

Menanggapi hal tersebut, dengan sikap humanis tegas dan terukur Kabid Penegakan Perda SRI WIDADA,S.IP MM bersama anggota SAT.POL PP melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang kreatif lapangan yang menempati ruang milik jalan di ruas jalan  Panjatan/ ruas jalan timur Nagung. Kepada para PKL tersebut di arahkan untuk berpindah/ mencari tempat yang tidak melanggar peraturan daerah  serta tidak mengganggu ketertiban umum khususnya lalu lintas jalan.

 

Dari pemantauan di lapangan, terdata sejumlah 6 ( enam) pemilik usaha PKL  Mobiling, antara lain pedagang kue donat,aneka makanan ringan , makanan tradisional , serta pedagang  aneka pot dan gerabah. Berdasarkan data yang ditunjukan, mereka adalah kelompok pedagang pasar pagi yang memanfaatkan rumija dan melanggar Perda no.4  Tahun  2013 tentang  Ketertiban Umum,  menggunakan fasilitas umum tidak sesuai dengan peruntukannya.

Dalam Kesempatan  yang sama Penertiban Reklame juga dilakukan.  Promo Paket Data XL yang terpasang melintang di Wilayah Tuksono dan sekitarnya, dilakukan tindakan  Eksekusi . selain melanggar Perda No. 15 Tahun 2017 tentang Penyelenggaran Reklame dan Media Informasi, reklame  tersebut  belum/tidak memiliki Izin pemasangan.