SOSIALISASI BARANG KENA CUKAI ( BKC)

Selama 3 hari terhitung dari  tanggal 22,23,24 Sept 2020, Satpol PP bekerja sama dengan Bea Cukai Provinsi DIY melaksanakan Sosialisasi Barang Kena cukai secara berurutan di Kapanewon Wates,Kapanewon Panjatan dan Kalurahan Karangsari Pengasih.  Kegiatan ini terselenggara  sebagai realisasi atas Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diamanatkan kepada Pemda Kulon Progo  melalui Sat.Pol PP pada Seksi Pembinaan dan Pengawasan sesuai yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Kegiatan dilaksanakan mulai jam 08.00 sampai Selesai,dalam Pelaksanaan  dirancang maksimal 2 Jam dari Acara dimulai dengan mengundang 3 (tiga) segment masyarakat meliputi Penjual Pedagang Rokok,Tokoh Masyarakat , Bhabinkamtibmas dan Babinsa  Kalurahan Setempat.

Bertindak selaku narasumber masing masing:

  1. Penewu Setempat (Penewu Wates,Panjatan,Pengasih dengan materi Materi Penanganan Trantibum di Wilayah Kapanewon.)
  2. Dirjend Bea & Cukai Wilayah Yogjakarta dengan Materi Barang Kena Cukai Hasil Tembakau
  3. Pol.PP Kab.Kulon Progo. Materi Pembinaan dan Pengawasan dalam rangka Pengawasan Barang Kena Cukai

Dalam paparannya, Kabid Penegakan Perda Satpol PP KP Sri Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam berantas / gempur peredaran rokok  ilegal di sekitar kita, dengan cara melaporkan ke Kantor Bea& Cukai atau ke Sat.Pol.PP  apabila mendapati / mengetahui diduga adanya Peredaran Rokok Ilegal.

 

Sat.Pol PP Kulon Progo dalam kurun waktu sampai bulan ini  sudah melakukan pembinaan  pengawasan terhadap bkc ( barang kena cukai) baik gabungan dengan Perwakilan Bea & Cukai maupun mandiri telah mendata dan mengambil sample terhadap temuan ratusan batang rokok polosan klembak menyan dan jenis tembakau iris dikemas tidak bercukai.kabid gakda mengajak masyarakat khususnya pedagang rokok untuk tidak menjual/ membeli rokok ilegal/ tidak jelas cukainya. Dalam kesempatan yang sama disampaikan pula Perda No 5 Tahun 2014 ttg Kawasan Tanpa Rokok.

Dari pelaksanaan sosialisasi, respon dan tanggapan peserta terlihat antusias, aktif dan responsif mengikuti  jalannya sosialisasi, kesadaran masyarakat merupakan modal utama untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

Kesimpulan Wasdal BKC ( Barang Kena Cukai) : Jangan Menjual Barang Kena Cukai,karena :

  1. Merugikan Pendapatan Negara
  2. Tidak diketahui Kadar Nikotin atau Alkhoholnya
  3. Bisa Kena Sanksi Pidana