Sedot Pasir bikin gerah warga

GALUR

Sejumlah aparat keamanan gabungan terdiri Polsek galur, Koramil Galur, dibackup oleh Polisi Pamong Praja Kulon Progo, Polres Kulon Progo dan Kodim 0731 Kulon Progo berusaha menenangkan situasi warga Desa banaran galur yang memanas, Senin 2/9-2019.

Gerahnya warga disebabkan adanya penambangan pasir ilegal menggunakan mesin sedot yang berdampak menurunnya debit sumur di pemukiman serta kerusakan jalan aspal menuju kawasan wisata pantai Trisik.

Ratusan warga yang terkonsentrasi dihalaman Balai Desa Banaran tersebut, melalui orator aksi Sdr Agung Budi menuntut Kades Hariyanto beserta jajaran Pemerintah Desa segera melakukan tindakan untuk menutup aktivitas tambang ilegal berikut akses jalannya.

Kades Hariyanto dalam tanggapannya berjanji akan menampung masukan warga dan akan melaporkan hal tersebut ke Dinas yang berwenang menanganinya.

Warga yang kurang puas akan jawaban Kades bergerak memasang banner-banner tulisan berisi penolakan tambang pasir ilegal di sepanjang jalan Galur hingga Pantai Trisik.

Aksi secara umum berjalan kondusif berkat kerjasama unsur keamanan.