Berkas P - 21 Kasus Miras Sdr H Memasuki Babak Baru

PENGASIH

Proses penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo terhadap tersangka H kini memasuki babak baru setelah Kepala Kejaksaan Negeri Kulon Progo resmi menerbitkan dokumen yang berisi lengkapnya berkas perkara atau lebih dikenal dengan sebutan P-21 pada Kamis 8/8-2019.

 

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri telah menganggap lengkap seluruh berkas perkara yang berkaitan penjualan minuman beralkohol yang telah menyeret Sdr H tersebut dengan mengeluarkan surat bernomor B-1664/M.4.14/Enz.1/08/2019 tertanggal 6 Agustus 2019.

 

Selanjutnya akan dilaksanakan tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo kepada Penuntut Umum, dilanjutkan proses persidangan di Pengadilan Negeri Wates Kulon Progo.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pada bulan Mei silam sdr H kedapatan menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual minuman beralkohol setelah Tim gabungan lintas seksi Satuan Polisi Pamong Praja melakukan serangkaian pengintaian dan penggerebekan rumahnya diwilayah Temon.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik.

Namun bukannya jera, saat proses penyidikan berlangsung dan mendatangi rumahnya untuk melengkapi dokumen, Penyidik justru menemukan barang haram disalahsatu ruangan.

 

Terhadap perbuatan tersangka tersebut yang bersangkutan telah melanggar Pasal 11 ayat (1) Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2007 tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Memabukkan Lainnya.

 

Dihubungi diruang kerjanya, Kasat Polisi Pamong Praja Drs Sumiran didampingi Kasi Penyidikan R Sukirno SIP mengatakan jika kasus sdr H ini merupakan salahsatu yang unik dan jarang terjadi, dimana saat proses penyidikan sedang berlangsung namun yang bersangkutan mengulanginya lagi.

 

"Penyidikan sudah selesai dan tinggal tahap kedua yang rencananya akan kami laksanakan pekan depan.

Harapannya  tuntutan dari Jaksa penuntut umum sebanding dengan perbuatan tersangka dan putusan Hakim bisa memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Selanjutnya kedepan perkara berkaitan minuman beralkohol atau miras tetap kami tindak tegas, tidak memandang berapapun jumlah barang bukti akan tetap kita proses sesuai ketentuan yang berlaku" pungkas orang nomor satu di Korps Praja Wibawa ini.