Pengamanan Objek Vital

WATES

Sejumlah puluhan perwakilan petani tambak udang pesisir Temon yang tergabung dalam paguyuban Gali Tanjang melakukan audensi ke Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Rabu 24 Juli 2019 diruang rapat Binangun IV komplek Pemkab.

Melalui Ketua Paguyuban Agung Supriyanto, mereka mengadukan adanya rencana pembangunan greenbelt/sabuk hijau disisi selatan Bandara YIA yang tentu akan menggusur mata pencaharian petambak yang sebelumnya juga penghidupannya telah tergusur oleh pembangunan Bandara. "Jangan sampai kondisi warga yang sudah Ngalah dan Ngalih karena Bandara, kemudian harus kembali Ngelih karena pembangunan Greenbelt." pinta Agung.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Kab Kulon Progo Ir Bambang Tri Budi Harsono didampingi Kadinas Kelautan Ir Sudarna, Sekdin Lingkungan Hidup Taifik Amrullah, Kabid Tata Ruang Edwin, Kabid Trantibum Polisi Pamong Praja Yulianta, serta Kabid Cipta Karya DPU Joko Nahrowi, menegaskan bahwa pihaknya harus menata kawasan tersebut menjadi kawasan konservasi dan mitigasi bencana sesuai regulasi/aturan yang ada namun sebisa mungkin akan mengakomodir usulan warga masyarakat pengelola (tambak, penginapan maupun kuliner wisata).

"Mari kedepan kita bahas bersama utk mecari titik temu dan formulasi yang tepat agar lahan yang ada dapat difungsikan menurut peraturan tata ruang yang ada, namun juga sebagai kawasan wisata pantainya Kulon Progo" tutur orang nomor dua di jajaran Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Kulon Progo ini.

Audensi berjalan tertib dengan pengamanan terbuka dan tertutup dari Satuan Polisi Pamong Praja, Polres, Kodim dan Kominda Kabupaten Kulon Progo.