Operasi Yustisi Penegakan Perda

 

WATES - Empat pasangan mesum digerebek oleh petugas gabungan Satpol PP DIY dan Satpol PP Kabupaten Kulon Progo dalam Operasi Yustisi Penegakan Perda, Selasa (16/10).

 Kepala Seksi Penegakan dan Penindakan Satpol PP DIY Edhy Hartana menerangkan bahwa empat pasangan yang patut diduga pasangan tidak resmi ditemukan di salah satu tempat penginapan di Glagah, Temon, Kulon Progo.

 

 “Di penginapan ini kami menemukan empat pasangan tengah berada dalam kamar. Saat petugas melakukan pemeriksaan pada tiap-tiap kamar, mereka tidak menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi menurut hukum”, terang Edhy.

 

 Dalam kesempatan lain, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Kulon Progo M. Tri Qumarul Hadi yang turun dalam kegiatan tersebut menerangkan bahwa operasi ini merupakan gabungan antara Satpol PP DIY dan Satpol PP Kabupaten Kulon Progo khusus menyasar tempat penginapan di kawasan Glagah, Temon.

 

 "Operasi dengan menyasar pasangan mesum  di penginapan ini rutin dilakukan. Dalam kesempatan ini operasi mendasarkan pada Perda DIY Nomor 18 Tahun 1954 tentang Larangan Pelacuran di Tempat-Tempat Umum", terang Qumarul.

 

 Keempat pasangan tersebut kemudian dibawa ke Kantor PolPP Propinsi dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh PPNS Satpol PP DIY  dan akan diajukan dalam persidangan di PN Wates, Rabu (17/10).

 

 Qumarul menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan razia/operasi kamar penginapan yang penghuninya diduga kerap melakukan perbuatan asusila, baik terpadu dengan maupun mandiri.

 

 "Terkait operasi pekat ini, Kabupaten Kulon Progo memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum yang menentukan bahwa setiap pasangan yang menginap di penginapan harus menaati norma agama, kesopanan, kesusilaan, dan hukum. Bagi pasangan yang kedapatan menginap dan tidak dapat menunjukkan keabsahan hubungannya akan kami tindak tegas berujung proses peradilan/yustisi."

 

 Terkait larangan perbuatan mesum di penginapan, dalam Pasal 3 Perda DIY Nomor 18 Tahun 1954 ditentukan, "Barang siapa yang ada ditempat umum, dilarang membujuk orang lain, baik dengan perkataan-perkataan, perbuatan-perbuatan, isyarat-isyarat maupun dengan cara-cara lain yang bermaksud untuk melakukan perbuatan mesum (pelanjahan). Pelanggaran terhadap ketentuan ini diancam dengan pidana kurungan maksimal 1 bulan dan denda paling banyak seratus rupiah.

 

 Di Kabupaten Kulon Progo pun memiliki Perda yang mengatur ketentuan serupa yaitu berdasarkan Pasal 26 ayat (2) Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum yamg menentukan, "Setiap penyelenggara rumah penginapan dan

 

rumah kos serta orang yang menginap pada rumah penginapan atau rumah kos wajib menaati norma kesusilaan, norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum." Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diancam dengan pidana kurungan maksimal 3 bulan dan denda paling banyak Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah).